Dua hari yang lalu, aku membaca sebuah majalah yang terdiri dari 138 halaman, dan ketika kubuka lembar demi lembar majalah itu, tepat pada halaman 84 aku menemukan sebuah artikel yang diberi judul "Sungguh mengharukan! Si kecil Lia sendirian merawat ibunya yang tak berdaya karena tumor ganas di samping mengurus adik balita".
Sungguh perasaanku terasa remuk redam ketika membaca kisah ini. Kawan aku hanya ingin memberitahumu tentang kisah yang sangat memilukan ini . Dialah Lia Amalia bocah berumur 11 tahun yang harus merawat ibunya yang sedang menderita tumor ganas, Lia menggantikan semua tugas ibunya untuk mengurus rumah disamping itu Lia juga harus mengurus adiknya yang masih balita sebelum ia berangkat sekolah.
Ayahnya yang bekerja sebagai seorang satpam tak bisa membantu banyak dikarenakan pekerjaanya yang mengharuskannya berangkat pagi pulang malam.
Hanya dari pekerjaan Ayahnya itulah keluarganya dapat menyambung hidup. Lia tak pernah mengeluh akan semua itu, dengan sabar ia merwat ibunya yang kini sudah tak bisa apa-apa dan hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur. Apapun kebutuhan ibunya Lialah yang melayaninya, mulai dari makan, buang air besar dan kecil semua dia yang melayani. Kawan , tahukah kalian ketika Ayah Lia membawa istrinya kerumah sakit ia ditanya oleh petugas rumah sakit "pasien umum atau GaKin?" lalu Ayah lia menjawab GaKin. Ternyata pelayanannya sangat lama sekali dan akhirnya ia ditolak gara-gara foto kopi data kurang jelas dibaca, padahal ia sudah menunggu seharian.
Kawan, apa pendapatmu tentang sikap petugas rumah sakit itu? yang jelas sungguh...sungguh tidak berhati nurani!.
Lia ingin jadi dokter!
Ya, benar kawan Lia bercita-cita ingin jadi dokter agar bisa menyembuhkan orang sakit dan bila ia sudah jadi dokter ia tidak akan memungut biaya praktik, sehingga setiap orang bisa berobat kepadanya. Sungguh cita-cita yang sangat mulia, semoga Tuhan mendengar doamu Lia.
Lia yang tangguh , aku sungguh merasa bangga padanya, anak sekecil itu harus menanggung beban seberat itu. Semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan padanya.
Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua agar kita menjadi orang-orang yang bersyukur kepadaNYA, ternyata diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang yang lebih menderita daripada kita. Semoga Tuhan selalu menunjukkan jalan untuk kita semua... Amin.
Kawan, apa pendapatmu tentang sikap petugas rumah sakit itu? yang jelas sungguh...sungguh tidak berhati nurani!.
Lia ingin jadi dokter!
Ya, benar kawan Lia bercita-cita ingin jadi dokter agar bisa menyembuhkan orang sakit dan bila ia sudah jadi dokter ia tidak akan memungut biaya praktik, sehingga setiap orang bisa berobat kepadanya. Sungguh cita-cita yang sangat mulia, semoga Tuhan mendengar doamu Lia.
Lia yang tangguh , aku sungguh merasa bangga padanya, anak sekecil itu harus menanggung beban seberat itu. Semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan padanya.
Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua agar kita menjadi orang-orang yang bersyukur kepadaNYA, ternyata diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang yang lebih menderita daripada kita. Semoga Tuhan selalu menunjukkan jalan untuk kita semua... Amin.




