Posted by dewi wulan | Filed under |
Ini adalah sesuatu yang tak pernah kumengerti sebelumnya, ketika semua telah menjadi nyata dihadapanku namun aku tetap merasa kehilangan. Kamu adalah kenyataan yang lahir dari dunia mayaku, menuliskan kisah di lembaran-lembaran hidupku, seperti itulah dirimu.
Aku tak akan pernah mengalirkan pertanyaan apapun untuk mendapatkan sebuah jawaban dari kenyataan yang telah kujalani saat ini, meski sebenarnya jauh disudut ruang kosong hatiku menyimpan beribu tanya yang telah tertata rapi tak terusik.
Realita yang harus terjadi adalah bahwa aku telah meneteskan air mata untukmu, air mata yang mewakili seluruh rasa yang bertumpu didada lemah ini, bahagia, sedih, menyesal, haru, marah, dan lelah semuanya mengalir bersama tetesan bening ini. Kamu mampu untuk menjadi sosok seorang kakak untukku, sosok seorang kakak yang tak pernah kudapatkan dari siapapun, kamu mampu menjadi sosok sahabat untukku, dan kamu adalah diary nyataku, tempat dimana aku telah menuliskan seluruh kisah hidupku, entah itu isak tangisku, tertawaku, kamu telah menampungnya. Kamu adalah bahu yang membiarkanku untuk bersandar sejenak diantara rasa lelah dalam batin ini. Terima kasih untuk semuanya.
Kamu adalah sesuatu yang nyata, tapi sebenarnya kamu adalah maya.
Kamu adalah yang pertama, tapi bukan yang terakhir.
Kamu adalah yang pertama, meski aku tahu bahwa kamu bukanlah kenyataanku.
Mengenalmu adalah sesuatu yang indah, karena kamu telah memberiku banyak hal yang tak pernah kudapatkan sebelumnya, meski semua itu hanya sekejap namun telah mampu kusimpan didalam bingkai memori yang akan menjadi sebuah hiasan di dinding hatiku kelak. Iya, kelak ketika semuanya telah menjadi ingatan di kehidupan masing- masing.
Terima kasih nyataku, darimu aku telah menemukan mozaik-mozaik kecil dalam hidupku.
Kemarin, kamu telah menjadi kenyataanku yang maya. aku tersenyum.
Hari ini, kamu adalah kenyataanku yang maya. aku tersenyum.
Esok dan seterusnya, kamu tetap menjadi kenyataanku yang maya. aku tersenyum dalam tangisan.
@^@